Gunung gambar ini terletak di Ngawen, Gunungkidyl, Yogyakarta tepatnya di Dusun Gunung Gambar, Desa Jurangrejo. Di Gunung Gambar sendiri terdapat 2 situs petilasan. Yang pertama adalah petilasan Ki Ageng Gading Mas dari Kerajaan Majapahit dan Yang Kedua adalah petilasan Pangeran Samber Nyowo. Pangeran Samber Nyowo bernama asli Raden Mas Said, kemudian bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Arya Mangkunagara I (7 April 1725 – 28 Desember 1795). Beliau adalah anak dari Pangeran Arya Mangkunagara Kartasura dan Raden Ayu Wulan. Pangeran Samber Nyowo adalah pendiri Praja Mangkunegaran, sebuah keadipatian (wilayah yang menempatkan adipati sebagai penguasa tertinggi) tinggi di wilayah Jawa Tengah, tepatnya Jawa tengah bagian timur dengan Wonogiri sebagai pusat pemerintahannya. Berdasar dengan sejarah trersebut banyak warga disekitar Gunung Gambar khususnya atau warga kecamatan Ngawen umumnya percaya bahwa pada awalnya Ngawen bukanlah termasuk kedalam wilayah Kraton Yogyakarta, melainkan masuk daerah kekuasaan Kraton Surakarta. Dinamakan sebagai Gunung Gambar sendiri dikarenakan tempat ini dipercaya sebagai tempat Pangeran Samber Nyowo sendiri untuk menggambarkan strategi perang dalam melawan penjajah Belanda. Petilasan yang paling terkenal ditempat ini adalah adanya jejak tangan dan kaki di dinding batu yang dipercaya sebagai bekas jejak tangan dan kaki Pangeran Samber Nyowo.
Rabu, 04 Februari 2015
EMBUNG GUNUNG PANGGUNG
Embung Gunung Panggung ini terletak di dusun Klepu, Tambakromo, Ponjong, Gunungkidul. Embung ini sedang dalam proses pengerjaan. Embung ini berada di puncak gunung, sehingga pemandangan nya terlihat indah. Jika kita berada di puncak embung, kita dapat melihat Waduk Gajah Mungkur dengan jelas.
Proses penggalian embung sudah selesai, dan saat ini sudah mulai melapisi lubangan embung dengan geomembrand yang diimpor dari Thailand.
Fungsi dari geomembrand adalah sebagai pelapis kedap air, dalam hal ini untuk tampungan air yang digunakan untuk penyiraman buah dan juga sebagai konsumsi warga sekitar.
Geomembran yang dipakai ukurannya 0.75 mm, yang diperkirakan dapat bertahan hingga 25 tahun.
Karena di Gunung Panggung ini banyak bebatuan, maka sebagai proteksi tidak hanya menggunakan geomembrand, tetapi juga dilapisi dengan geotekstil, tujuannya agar geomembrand itu tidak langsung bersentuhan dengan batu, karena jika geomembrand langung bersentuhan dengan batu, maka akan terjadi kebocoran.
Perkiraan pembangunan embung ini akan selesai pada akhir Maret 2015.
informasi tersebut kami dapatkan setelah berwawancara dengan Bapak Yunanto, mandor pengerjaan geomembrand di embung.
Proses penggalian embung sudah selesai, dan saat ini sudah mulai melapisi lubangan embung dengan geomembrand yang diimpor dari Thailand.
Fungsi dari geomembrand adalah sebagai pelapis kedap air, dalam hal ini untuk tampungan air yang digunakan untuk penyiraman buah dan juga sebagai konsumsi warga sekitar.
Geomembran yang dipakai ukurannya 0.75 mm, yang diperkirakan dapat bertahan hingga 25 tahun.
Karena di Gunung Panggung ini banyak bebatuan, maka sebagai proteksi tidak hanya menggunakan geomembrand, tetapi juga dilapisi dengan geotekstil, tujuannya agar geomembrand itu tidak langsung bersentuhan dengan batu, karena jika geomembrand langung bersentuhan dengan batu, maka akan terjadi kebocoran.
Perkiraan pembangunan embung ini akan selesai pada akhir Maret 2015.
informasi tersebut kami dapatkan setelah berwawancara dengan Bapak Yunanto, mandor pengerjaan geomembrand di embung.
Langganan:
Komentar (Atom)